25 Juni 2009
“Kasihanilah anak yatim dan berikanlah pakaian pada orang yang tidak berpakaian,
Dan beri makan pada orang yang lapar, dan hormatilah tamu dan orang gharib (rantau), semoga dengan begitu Anda diterima oleh Allah.
Perbanyaklah dzikir jangan sampai termasuk orang-orang yang lalai di sisi ALLAH.
Dan ketahuilah satu rekaat di waktu malam lebih baik dari seribu rekaat di waktu siang, dan jangan mengejek bala’/musibah yang menimpa seseorang.
Dan jangan berkata ghibah atau namimah (menyebut kejelekan orang atau mengadu domba antara seorang dengan yang lain).
Dan jangan membalas, mengganggu pada orang yang mengganggumu.
Dan maafkan orang yang aniaya padamu.
Dan berilah pada orang yang bakhil padamu.
Dan berlaku baik pada orang yang jahat kepadamu.
Dan sebaik-baik manusia akhlak budi pekertinya adalah sebaik-baik imannya.
Dan siapa yang tidak berilmu, maka tidak berharga di dunia dan di akhirat.
Dan siapa tidak sabar, tidak berguna ilmunya.
Sipa yang tidak dermawan, tidak mendapatkan keuntungan dari kekayaannya.
Siapa yang tidak sayang pada sesama manusia, tidak mendapat hak syafaat disisi Allah.
Siapa yang tidak sabar tidak mudah selamat.
Dan siapa tidak bertaqwa tidak berharga disisi Allah.
Dan siapa memiliki sifat-sifat ini, tidak mendapt sorga di sisi Allah.
Berdzikirlah kepada Allah dengan hati yang hadir (khusyu’) dan berhati-hati daripada lalai, sebab lalai itu menyebabkab hati beku.
Dan serahkan dirimu kepada Allah, dan relakan hatimu menerima bala’ ujian sebagaimana kegembiaraanmu ketika menerima ni’mat dan kalahkan hawa nafsu dengan meninggalkan syahwat.”
Sumber: Al Hikam